Wallla, this is it LOVING YOU PART 3 / END ala author Kim Hyon In.
Hahha, masih dengan cast yang sama dan genre yang sama. Mian karena baru bisa publish sekarang. Bukannya sok sibuk, tapi emang jadi mahasiswa itu sibuk sumpah! Jadi buat readers yang pengen kuliah mending pikir2 dulu deh!! #plaak!! Hehe, enggak Cuma becanda doank kok!! Ayo sebarkan semangat meraih pendidikan tinggi!!
Eh iya, buat silent readers!! Boleh-boleh aja kok baca, tapi jangan silent lagi ya? Apalagi ngopy jalan cerita ff orang sembarangan. Okelah, gue ga nuntut! Tapi God will bash yours dah pokoknya!! #sokngancem *emang sape lu??*
Cast:
Seo Joohyun
Cho Kyuhyun
Kim Ryeowook
Choi Sooyoung
Park Jungsoo
Kim Taeyeon
Genre: Romance, Sad, Gaje, Humor (?)
Don’t copy my style!! Don’t forget to RCL!! J
Author pov
Malam itu, setelah Joohyun mengusir kyuhyun untuk pergi dari ruang rawat inapnya. Joohyun menangis semalaman, tidak bisa tidur. Hatinya masih sakit, mungkinkah ia mampu memaafkan suaminya itu? Mungkinkah ia akan rela hidup dengan suami yang mencintai istri orang lain yang sekaligus kakak kandungnya sendiri??
End Author pov
Joo Hyun pov
Tuhan, engkau tahu aku sangat mencintainya. Aku ingin selamanya bisa berada di sampingnya. Tetapi mungkin akan terlalu menyakitkan untuk terus berada di sampingnya. Tuhan, aku ingin menyerah padanya, aku akan merelakannya. Semoga keputusanku ini menjadi keputusan yang terbaik untukku dan untuknya. Aku tidak mau terus menerus tersakiti, biarlah ini menjadi yang terakhir kali, sudah cukup semuanya.
End Joo Hyun pov
Author pov
Malam itu juga joohyun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah sakit, tanpa berpamitan pada Sooyoung, wookie maupun kyuhyun. Ia hanya meninggalkan selembar surat yang diletakkan di meja ruang rawat inapnya.
Back sound (Seohyun: It’s Okay even if it hurts) *Disarankan baca ffnya sambil denger lagu ini ya??*
It’s okay even if I can’t see
It’s okay even if I can’t breath
If I could meet you only once
If I could give you all my heart
How much more do I have to miss you
So that maybe you could know my heart?
How much more do I to cry and cry
So that tears could be dry?
Does it hurt because of loving you?
Is it the punishment for loving you so much?
Even though you say that I can lose everything
It’s okay if I just have you to be with me
Even if my heart is broken when loving you
Even if my heart is separated when waiting for you
It’s okay because I love you
It’s okay even if I get hurt
The farther I turn away so as to forget you
The more I miss you, What can I do
Even when you keep telling me it’s not right just
to keep me away from you
You are the only one to me, What can I do
Does it hurt because of loving you?
Is it the punishment for loving you so much?
Even though you say that I can lose everything
It’s okay if I just have you to be with me
Even if my heart is broken when loving you
Even if my heart is separated when waiting for you
It’s okay because I love you
It’s okay even if I get hurt
Even if I get poisoned and pricked
My love for you can’t stop
I will wait for you until forever
I will endure even if it hurts and hurts
Because of loving you more
It’s okay even if tears fall down
It’s okay even if it hurts…
*Ceritanya ini isi suratnya*
Aku akan pergi dari kehidupan oppa selamanya, oppa boleh memilih Sooyoung. Bahagiakan dia oppa, jangan pernah sakiti dia, jangan pernah meninggalkannya. Jagalah sooyoung eonni dan anaknya. Oppa aku akan baik-baik saja. Tersenyumlah karena aku juga akan selalu ikut bahagia bersamamu.
End Author pov
Kyuhyun pov
Aku berlari menyusuri koridor rumah sakit yang panjang. Argggh, kenapa jarak kamar joohyun dan sooyoung terlalu jauh??? Joohyun aku yang salah, aku bukanlah suami yang baik untuk wanita sebaik dirimu. Akhirnya, aku sampai di ruang rawat joohyun. Tanpa basa-basi (?) aku langsung masuk ke kamarnya, tetapi tak kudapati joohyunku di sana. Aku mencarinya ke seluruh penjuru kamar *jjjjiah, ancuurrr t.t* tapi joohyun tidak ada, sampai kemudian aku menemukan secarik kertas di meja di samping tempat tidurnya. Aku membaca surat itu, dan aku menyesal sangat amat menyesal. Maafkan aku joohyun, maaf. Joohyun kamu dimana sekarang???
Sooyoung harus tahu tentang ini, aku segera bergegas kembali ke kamar sooyoung. Perasaanku sangat kacau, aku bingung dan menyesal. Segera kusodorkan kertas itu pada sooyoung dan wookie. Sooyoung tak kalah sedihnya denganku. Ialah terlihat sangat menyesal, ia menangis sejadi-jadinya di pelukan wookie.
“Kyu, jangan diam saja!! Eottoke?? Apa yang harus kita lakukan. Berpikirlah, kau itu suaminya. Pabo!!!” wookie hyung menyadarkanku
“ne, ne hyung aku tahu!! Lalu aku harus bagaimana??” aku pun kembali bertanya.(?) *Author: dasar kyu pabooo!!! Pabo banget lu. Lu itu suaminya joohyun. Wookie: Thor, udah thor sabar thor.*
“Aish, kalian semua memang benar-benar namja-namja pabo ya!! Kyuhyun cepat cari joohyun, cepat cari dia!!!!”
“Ne, ne kemana?? Kemana?” tanya kyuhyun lagi. *Author: ya ampun kyu, ini malah kenapa jadi tambah nyanyi alamat plasu sih kyu. (??) *
“Ke apartemen kalian! Atau ke rumah orang tuaku!! Atau ke kantornya!! Jebballl!!!” Ungkap sooyoung yang tak bisa lagi membendung air matanya.
Aku pun akhirnya tersadar dari kepaboanku. (?) Dan segera beranjak dari tempatku berdiri sekarang dan berlari mencari joohyun. Aku segera mencari joohyun ke rumah orang tuanya. Tetapi joohyun ternyata tidak ada di sana. Saat ditanya oleh eomonim dan appanim, aku terpaksa berbohong. Aku hanya bilang kalau joohyun mungkin sedang sibuk di kantornya sampai-sampai belum pulang, aku berjanji akan segera menjemputnya. Aku tidak mau melibatkan mereka dulu. Biarlah aku yang menyelesaikannya. Aku kemudian memutuskan untuk ke kantornya, tetapi ternyata dia tidak ada di sana. Aku bertanya kepada semua pegawainya, tetapi semuanya bilang hari ini Joohyun tidak ke kantor. Aku semakin bingung, dan memutuskan untuk pulang. Ya, mungkin Joohyun ada di rumah. Semoga saja.
Dalam perjalanan, aku teringat akan sesuatu. Aku pernah ingin menceraikan Joohyun, aku sudah pergi ke pengadilan dan mengurus semuanya bersama pengacaraku. Dan tiba-tiba handphoneku berdering,
“Yeoboseyo??”
“Ini dari kantor pengadilan agama *author semakin ngarang, emang di korea ada pengadilan agama??? Tau ah gelap!*, kami hanya ingin memberi tahu bahwa surat cerai anda sudah kami kirimkan kepada istri anda untuk ditandatangani. Di alamat yang sudah anda berikan kepada kami. Dan surat cerai itu sudah sampai ke alamat tersebut. Terima kasih.”
“Mwo?? Andwee!!!”
Andwee, joohyun tidak boleh menerima surat itu. Tidak, ini sama halnya dengan aku menyakitinya lagi. Surat itu aku tujukan pada joohyun ke alamat apartemenku. Aku harus segera pulang dan membuang surat itu. Joohyun tidak boleh tahu.
End kyuhyun pov
Author pov
Malam itu, Joohyun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit. Keadaannya masih lemah, ditambah lagi kakinya yang belum terlalu pulih. Ia bingung, tak tahu akan kemana. Ia tak membawa apa-apa, hanya baju yang ia pakai dan uang 1000 won yang tersisa di saku celananya. Joohyun memutuskan untuk pulang apartemen kyuhyun untuk mengambil barang-barang dan dompetnya. Uang 1000 won itu akhirnya ia gunakan untuk pergi kesana.
Malam itu langit jauh lebih gelap tak seperti biasanya. ‘Sepertinya ini akan hujan’ batin Joohyun. Tetapi semua itu tak mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah sakit malam itu juga sebelum kyuhyun pulang ke apartemennya. Joohyun bergegas menuju halte terdekat untuk menunggu bis yang akan mengantarkannya ke apartemen Kyuhyun di jantung kota Seoul. Langkah kakinya terhenti sejenak, ketika melihat kyuhyun tertidur di koridor rumah sakit. Ditatapnya lelaki itu lekat-lekat. Bibir Joohyun tercekat, entah berapa kali sudah ia disakiti oleh lelaki ini, tapi tetap saja hatinya luluh tiap kali melihat wajah itu. Wajah kelelahan yang biasa ia lihat saat kyuhyun pulang kerja. ‘Oppa pasti sangat lelah menunggu sooyoung eonni seharian’ batin Joo hyun lagi. Joohyun tersenyum tetapi diwaktu yang bersamaan ia menangis. Dibelainya pipi Kyuhyun dengan punggung tangannya dan kemudian Joohyun mencium kening kyuhyun dengan lembut, agar lelaki itu tidak terbangun. Hati joohyun bergemuruh, ingin sekali ia mengatakan ini sekali lagi, dan mungkin untuk terakhir kali. “Saranghaeyo oppa”ucap kyuhyun samar-samar.
Joohyun pun melangkahkan kakinya pergi menjauhi lelaki yang tetap saja tertidur pulas itu, kemudian berlari keluar rumah sakit. Di luar tetap saja hujan, seakan alam juga turut bersedih untuknya. Joohyun berlari-lari kecil dan menutupi kepalanya dengan hoodie tebal yang ia pakai. Sesampainya di halte Joohyun segera menaiki bis malam yang terakhir melintasi kota itu.
Johyun membuka pintu apartemen kyuhyun, terlintas semua memori indah mereka yang pernah terjadi di apartemen itu. Ruangan pertama yang ia tuju adalah kamar utama, kamarnya dan kamar kyuhyun. Ruangan itu membuatnya kembali mengenang cerita-cerita indah mereka.
Flashback
Pagi itu, Joohyun yang masih tidur di sofa masih merasa sangat lelah karena semalaman diajak kyuhyun bermain game starcraft sampai jam dua pagi. Joohyun masih ingin tidur, ia ingin sekali bolos kerja pada hari itu. Joohyun terbangun karena ia merasa ada seseorang yang sengaja mencipratinya dengan air.
“Heh, Joohyun pabo bangun!!!”
Joohyun tetap saja tidak membuka matanya!!
“Ya!! Seo Joohyun bangun!! Kau tidak tau apa ini sudah jam berapa?? Aku lapar, lagi pula kau tidak kerja apa!!” lelaki itu membentak Joohyun
Joohyun mulai membuka matanya
“Eh, kyuhyun-ssi. Memangnya ini jam berapa??”
“Sudah jam 9 pagi tauk??”
“Mwo??” Joohyun terkejut tetapi ia kembali tertidur
“Aishh!! Seo Joohyun cepat bangun! Kau tidak kerja apa??”
“Aku bolos kerja hari ini. Aku capek. Semalaman kan kita main Starcraft. Apa kau juga tidak capek??”
“Tapi kau tidak boleh libur membuatkan sarapan untukku??”
“Sarapannya libur juga ya Kyuhyun-ssi??”
“Aish, baiklah tunggu sebentar!!”
Joohyun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian pergi ke dapur dan membuatkan sarapan singkat. Dan segera menyajikannya pada Kyuhyun. Joohyun memandangi laki-laki yang sedang sarapan itu.
“Kenapa kau terus memandangiku??”
“Mwo, aniyo??”
“Aku tampan ya??”
“Aniyo??”
“Lalu apa??”
“Saat tiba waktunya kita berpisah nanti, aku pasti akan sangat merindukan saat-saat ini. Aku akan merindukan membuat sarapan untukmu, bermain starcraft denganmu, dan menunggumu pulang kerja. Aku pasti akan sangat merindukan hari ini.” Jawab Joohyun
“Nado, aku juga akan merindukannya.”
“Aniyo oppa, jangan ikut merindukannya. Biarkan aku saja yang mengenangnya, dan kau boleh melupakannya.”
“Waeyo?? Kenapa aku harus melupakannya??”
“Karena Cuma aku yang jatuh cinta. Bukan kamu,”
Kyuhyun tersedak kaget!
“Mwo?? Kau barusan bilang apa?”
“Sudah-sudah tidak ada apa-apa, tidak ada siaran ulangnya. Makanya kalau makan hati-hati. Jangan sampai tersedak begitu.”
“Ini sudah selesai,”
“ya sudah sini aku bereskan”
“Mianhayeo Seohyunnie,,” ucap kyuhyun spontan saat joohyun membalikkan badannya menuju dapur. Kyuhyun masih mengikuti Joohyun di belakangnya. Tak terasa air mata Joohyun jatuh membasahi pipinya. Kyuhyun mengambil piring dan gelas yang dibawa Joohyun kemudian meletakkannya di meja dapur. Ditatapnya mata Joohyun.
“Kau menangis??”
“Ne, ” Joohyun menganggukkan kepalanya
Grebb,
Kyuhyun memeluk tubuh Joohyun. Dibiarkannya Joohyun menangis dipelukannya.
“Oppa, saranghaeyo”
Kyuhyun semakin mempererat pelukannya, tanpa menjawab apapun.
End of flashback
Joohyun tak kuasa lagi membendung air matanya, ia seakan tak berdaya menopang tubuhnya sendiri. Joohyun tak kuasa lagi berdiri, ia terduduk di lantai lemah tak berdaya.
Joohyun segera mengemasi semua barang-barangnya. Namun, ia memutuskan untuk tidur dulu di apartemen hingga esok pagi. Karena ia masih merasa sangat lemah.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membangunkan joohyun dari tidur lelapnya.
“Nuguseyo??”
“Tukang pos, agashi??”
“ne, tunggu sebentar”
Joohyun bergegas membuka pintu apartemennya
“Ini ada surat untukmu agashi, silahkan anda tanda tangan di sini.”
“Ne, sudah. Gomawo ahjussi”
Joohyun menutup pintu apartemen dan membuka surat yang telah ia terima. Joohyun terkejut, ia tak tahu lagi harus bagaimana. Kyuhyun ternyata telah merencanakan perceraian mereka.
Sementara itu Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia harus segera sampai di apartemennya. Kyuhyun berlari menuju apartemennya. Segera ia buka pintu apartemen yang ternyata tidak terkunci. Joohyun yang baru saja menerima surat dari pengadilan dan masih berdiri di depan pintu terkejut dengan suara pintu yang tiba-tiba terbuka. Ternyata yang ia lihat adalah kyuhyun. Kyuhyun segera merebut surat itu dari tangan Joohyun.
“Oppa, apa yang kau lakukan?? Aku akan segera menandatanganinya.”
“Aniyo, kau tidak boleh menandatangani ini!!”
“Waeyo?? Bukankah kau sendiri yang menggugatku?? Bukankah kau yang menginginkan semua ini Cho Kyuhyun??” Joohyun tak dapat membendung emosinya.
Kyuhyun menutup pintu apartemennya dan menguncinya rapat-rapat.
“Ya!! Kenapa kau malah menguncinya?? Aku mau pergi!!”
“Andwee, kau tidak boleh pergi! Aku perlu menjelaskan sesuatu kepadamu..” Mohon kyuhyun
“Aku tidak perlu penjelasan. Jebbal!! Buka pintunya!!” Joohyun semakin murka *ceileh, apaan tuh murka??*
Tok tok tok
Pertengkaran mereka terhenti karena ada yang mengetuk pintu apartemen mereka lagi.
“Nugu??” jawab kyuhyun
“Aku, appamu kyu. Ini juga ada eomma.”
“Mwo??”
Joohyun dan Kyuhyun saling menatap dan terkejut.
“Aku mohon jangan pergi, aku perlu menjelaskan sesuatu. Dan surat ini, sudah tidak penting lagi.” Ucap kyuhyun sambil merobek surat cerai itu dan membuangnya ke tempat sampah. Kyuhyun lalu membuka pintu apartemennya. Dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa sebelumnya, Kyuhyun takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada appanya kalau ia mengetahui tentang semua ini.
“Appa eomma, kenapa kalian kesini??”
“Ya!! Anak ini, tentu saja aku ingin mengunjungimu dan menantuku” ucap eomma kyuhyun sambil memukul kepala kyuhyun (?).
“Appa, eomma silahkan masuk.” Perintah Joohyun sopan
“Aku mendengar berita dari appamu joohyunnie kalau kakakmu sudah melahirkan. Aku segera menelpon sooyoung dan ingin mengucapkan selamat untuknya. Tetapi Sooyoung juga memberitahuku kalau kau semalam jatuh pingsan. Sooyoung yang menyuruhku kesini, katanya mungkin kau sudah pulang. Sekarang bagaimana?? Kau sudah baikan?” Jelas eomma kyuhyun panjang lebar sambil mengelus rambut joohyun penuh cinta. (?)
“Ne, eomma.”
“Aigoo, kau masih sangat pucat sayang, kenapa sudah diijinkan pulang??” tanya eomma kyuhyun lagi
“Aku tidak tahan lama-lama berada di rumah sakit eomma. Lagian aku juga sudah merasa baikan.” Jawab joohyun sambil tersenyum.
“ya!! Kyuhyun kau ini bagaimana? Mengurus satu istri saja tidak becus. Kau itu namja, namja! Kau seorang suami.” Marah appa kyuhyun kepada anaknya
“Ne, aku tahu.” Jawab kyuhyun lemah.
“Lain kali jaga istrimu baik-baik.” Ucap appa kyuhyun lagi
“Joohyunnie, apakah anakku selama ini sudah memperlakukanmu dengan baik?? ” tanya appa joohyun.
“Ne, appa tidak perlu khawatir. Kyuhyun oppa sudah menjaga dan memperlakukanku dengan sangat baik.” Jawab Joohyun dengan tersenyum getir, entah mengapa ia tak kuasa menahan air matanya. Kyuhyun mengangkat wajahnya yang semula tertunduk karena mendengarkan nasihat-nasihat (?) appanya, kini ia beralih menatap joohyun, ia semakin merasa bersalah. Joohyun berbohong, kyuhyun merasa selama ini tak pernah memperlakukan istrinya dengan baik.
“Joohyunnie, waeyo?? Kau menangis??” tanya eomma kyuhyun yang beringsut memeluk tubuh joohyun.
“Aku hanya terharu eomma, kyuhyun sangat baik. Jangan marahi dia lagi.” Jawab joohyun
“Sudah, sudah. Kajja ayo kita sarapan?? Eomma sudah membuatkan sarapan yang paling enak untuk kalian.”
“Gomawo, eomma.”
Setelah sarapan
“Joohyun, kyuhyun eomma dan appa pulang dulu yah?? Kapan-kapan eomma akan kesini lagi.”
“Joohyun, segera buatkan kami cucu ya??” bisik eomma kyuhyun pada joohyun yang juga dapat didengar oleh kyuhyun dan appanya.
“Oh, ne jangan khawatir eomma, joohyun sekarang sedang mengandung dua bulan.” Ucap kyuhyun yang membuat eomma dan appanya terkejut.
“Mwo, kenapa kalian tidak cerita dari tadi?? Pokoknya kau harus menjaga istrimu dengan baik kyu!! Dan aku akan sering-sering kesini untuk membuatkan masakan-masakan yang enak untukmu dan cucuku. Aish, aku sangat senang sekali.” Ucap eomma kyuhyun sambil memeluk joohyun
“Kyu, kau akan segera menjadi ayah. Appa harap kau bisa menjaga istri dan anakmu dengan baik. Arasseo?”
“Ne, appa.”
“Kajja, ayo kita pulang yeobo. Aku ada janji dengan kolega perusahaan hari ini.” Ajak appa kyuhyun kepada eomma kyuhyun.
“Ne, pai pai cucuku??” ucap eomma joohyun sambil membelai perut joohyun seakan ia sedang berbicara dengan cucunya.
“pai pai halmeoni haraboji..” Jawab kyuhyun.
Pintu apartemen kembali tertutup. Dan tinggallah Joohyun dan kyuhyun dalam apartemen itu.
Sunyi. Dan kemudian Kyuhyun memecah kesunyian itu.
“Kajja, seohyunnie ayo kita duduk. Kau harus banyak beristirahat.”
“Apa maksudmu oppa?? Setelah kau menggugatku untuk bercerai, kau malah memberi harapan lebih pada appa dan eomma. Kenapa kau mengatakan pada mereka tentang kehamilanku. Kau menempatkan aku pada posisi yang sulit!! ”
“Mianhae seohyunnie untuk semua kebodohanku selama ini. Untuk semua perlakuan burukku kepadamu. Mian, karena selama ini aku hanya bisa menyakitimu. Aku menyesal.”
“Tapi aku akan tetap pergi..”
“Andwee, jangan pergi seohyunnie”
“Aku tidak mungkin terus menerus hidup dengan suami yang tak pernah mencintaiku.”
“Siapa bilang aku tidak mencintaimu.”
“Sudah, sudah cukup kau mempermainkanku. Yang kau cintai hanya kakakku. Bukan aku!! Aku harus pergi sekarang!”
Kyuhyun menahan tubuh Joohyun, ia seakan tak ingin melakukan kesalahan untuk kesekian kali dan membiarkan Joohyun pergi. Kyuhyun memeluk tubuh itu.
“Lepaskan aku!” pinta Joohyun
“Andwee, dengarkan aku. Aku sekarang sudah tau semuanya. Aku tau siapa gadis yang selama bertahun tahun mencintaiku. Menungguku pulang dari Amerika tanpa kepastian. Gadis yang sudah setia membalas semua surat-suratku, menyemangatiku. Gadis yang ber-id keroro saat kami chatting. Gadis yang dengan tulus memendam perasaannya sendiri demi orang-orang yang dicintainya. Gadis yang rela terluka untukku.” Kyuhyun tak mampu lagi membendung air matanya begitu pula Joohyun.
“Jeongmal gomawoyo, seohyunnie karena telah menjadi gadis itu.”
“Oppa, jangan begini?? Kalau kau begini bagaimana aku bisa pergi?? Lepaskan aku!” Joohyun memukul mukul punggung kyuhyun sambil menangis.
“Andwee, kau tidak boleh pergi kemanapun. Kau akan tetap di sini. Aku akan menjagamu dan anak kita. Aku berjanji.”
“Saranghaeyo Seo Joohyun. Jeongmal Saranghae.”
“Waeyo?? Kenapa kau diam jagi?? Joohyunnie??” Kyuhyun melepaskan pelukannya tetapi tetap memegang lengan joohyun erat. Joohyun tetap diam.
“Oppa kau tau?? Aku sudah menunggu kata-kata itu terucap olehmu selama bertahun tahun.”
“ahhaha, ” tawa kyuhyun pecah tetapi masih bercampur tangis bahagia (?).
“Saranghae, saranghae saranghae, aku akan mengucapkan itu setiap hari, kau tidak boleh terkejut lagi seperti tadi. Kau harus terbiasa. Arasso??” Ucap kyuhyun sambil mengacak rambut Joohyun. Dan kemudian mencium lembut bibir mungil istrinya.
“Dan aku juga akan menciummu setiap hari.” Jawab kyuhyun dan kemudian melanjutkan mencium bibir Joohyun lagi.
And they will live happily ever after..