Kepergian Cindy

Saya tahu rasa sedih dan kehilangan itu susah hilang begitu saja, saya hanya ingin memberi mereka kekuatan, dan menghibur mereka.

Hari minggu sore itu, saya mendapatkan pesan pendek dari bu heni. Seorang relawan PKAJ. Sejak sekitar dua bulan yang lalu saya ikut bergabung menjadi relawan organisasi non profit yang menangani permasalahan kanker anak itu, setelah saya bertemu dengan keluarga Pak Anto yang mencari donor darah di PMI untuk anaknya karena ketersediaan darah di bank darah RSUD SOETOMO sedang kosong, ketika itu saya berkenalan dengan relawan PKAJ yang menemani keluarga itu. Seminggu kemudian saya ditawari untuk turut bergabung, dan saya langsung mengiyakan. Kegiatan kami antara lain memberi dorongan moril kepada orang tua anak-anak pengidap kanker, membantu biaya pengobatan yang tidak termasuk dalam biaya JAMKESMAS, mengadakan seminar dan penyuluhan mengenai tanda-tanda kanker dan penanganan dini gejala kanker pada anak, juga  selalu ikut membantu mengupdate kebutuhan darah melalui internet seperti menginformasikannya di blog, facebook, dan twitternya Blood For Life. Kami tidak pernah menerima bayaran, tapi kami senang melakukannya, ada kepuasan ketika melihat anak-anak itu tersenyum dan sejenak melupakan rasa sakitnya.

kembali ke isi sms dari bu heni, oh iya, bu Heni ini anaknya juga pernah mengidap leukimia, tapi sekarang sudah sembuh. Rata-rata relawan di PKAJ memang merupakan keluarga dari mantan pengidap kanker atau yang masih mengidap kanker. Ada yang anaknya bisa sembuh seperti anaknya bu heni. Tetapi banyak juga yang tidak dapat tertolong. Tidak heran, mengapa mereka begitu rukun, dan saling mengerti perasaan masing-masing. Karena memang, masing-masing dari mereka pernah merasakan hal yang sama.

kembali lagi ke sms dari bu heni

from: Bu Heni

to     :  Iin

Assalamualaikum iin, kemarin Adek Cindy meninggal dunia.

Foto itu saya ambil saat terakhir kali saya menjenguk Cindy.

Saat itu perasaan saya tidak karuan, ada banyak yang harus saya pikirkan hari itu. ada banyak sekali urusan di kampus. Dan saya menyesal karena selalu menjadikannya alasan untuk menunda-nunda menjenguk Cindy. Cindy adalah anak dari Pak Anto. Seminggu sebelum kejadian itu, saya sudah merencanakan ingin menjenguk Cindy. Tetapi entah kenapa, saya selalu tidak bisa. Sampai akhirnya saya mendapat sms dari bu heni tentang kepergian Cindy. Allah maha penyayang, Allah mungkin hanya tak ingin Cindy  merasakan penderitaan yang terlalu panjang. Saya hanya menyesal, mengapa Cindy pergi disaat saya sibuk dengan urusan saya sendiri. Disaat saya jarang ke rumah sakit untuk bertemu dengan relawan PKAJ yang lain, dan menghibur anak-anak kanker disana. Saya merasa bersalah, seharusnya saat itu saya ada disana, menghibur hati Ibu Rusmiyati, ibunda Cindy. Saya ingin sekali memeluknya, dan membiarkannya membagi kesedihannya pada saya. Saya tahu rasa sedih dan kehilangan itu susah hilang begitu saja, saya hanya ingin memberi mereka kekuatan, dan menghibur mereka.  Allah sedang memperingatkan saya untuk tidak melupakan mereka dan egois karena berkutat pada dunia saya sendiri. Cindy, Allah will take care of you better than us.

 

I’m Suffering

 

I’m suffering.. sungguh aku hanyalah wanita biasa dan rapuh. Sungguh aku hanya ingin dicintai oleh laki-laki yang juga aku cintai. Bertahun, tahun anjar.. rasa itu hanya untukmu. Tidak pernah ada yang lain, hingga aku menemukan penggantimu, pelarian ku dari kamu, ia sangat mirip denganmu dan hal itu mungkin membuatku menyukainya. Namanya Dian, dan kamu pasti kenal. Saat itu aku sudah bosan mencintai lelaki yang sama sejak aku bisa merasakan cinta pada lelaki. Aku ingin pergi membuka hati kepada orang lain, berharap ia juga mencintaiku. Tapi ternyata ia juga sama sepertimu, aku tidak pernah dicintainya. Mengertilah anjar, saat itu aku seperti tak ingin jatuh cinta lagi, aku rapuh sekali. Ku harap ini bukan cinta, ini hanya perasaan ingin diperhatikan, ingin dianggap spesial, ingin didengar, ingin punya sahabat sejati yang selalu ada untukku. Aku selalu mempertanyakan pada diriku sendiri, apa yang salah pada diriku? Pasti ada yang salah. Tapi apa? Bagaimana cara memperbaikinya. Bicaralah kepadaku, Anjar. Agar aku bisa berubah, agar kamu mau melihatku sebentar saja.

Hingga di hari wisuda itu, yang memisahkan aku dan kamu, dan dia juga pelarianku yang ternyata juga tidak pernah menyukaiku. Perasaanku saat itu penuh denganmu, setelah sekian lama aku memendam perasaanku, bisakah aku melepasmu? Mampukah aku untuk bertahan tanpa melihatmu sehari saja..tapi, di saat yang sama aku juga bahagia karena akhirnya aku bisa jauh dari kamu, berharap nanti aku pasti bisa melupakan kamu dan memulai kehidupan yang benar-benar baru, tanpa kamu. Iya, sama sekali tanpa ada kamu. Tetapi, aku takut.. sangat takut kamu akan melupakan aku. Sungguh aku tahu, aku ini siapa dimatamu, hanya sebatas teman yang pernah satu kelas saat SMP kan? Setiap orang bisa melupakan teman sekelasnya yang tidak terlalu dekat seiring berjalannya waktu.. mungkin kamu juga akan begitu. Aku takut sekali.

Anjar , hari itu hari pengumuman masuk perguruan tinggi, kita tidak lagi berada di tempat yang sama. aku tidak mungkin bisa melihat kamu setiap hari seperti dulu. Tapi hatiku penuh harapan, aku harus bisa melupakanmu dan mulai membuka hati pada yang lain. Anjar aku  masih memikirkanmu..aku berharap setidaknya kamu tidak melupakanku, kita masih akan saling menyapa saat kita bertemu di jalan selayaknya teman kan? Anjar di tempat baru itu, aku menemukan lelaki idealku, dia pintar, tinggi, putih, anak Malang, perkenalkan namanya Arda. Dia berbeda jurusan denganku. Aku mengenalnya, tapi tidak dengannya. Ia mungkin tidak tau siapa aku, siapa namaku, dan mungkin tidak akan peduli dengan itu. tapi aku ingin selalu bisa berharap padanya, aku ingin mencintainya seperti aku mencintai kamu. Sederhana kan njar? Cintaku kali ini aneh, atau ini bukan cinta? Ini mungkin sekedar rasa kagum. Aku jarang sekali bisa melihatnya, maklum jurusan kami berbeda. Ia sangat pintar, aku tidak ada apa-apanya. Anjar, dia tipeku sekali dia tipe pemimpin yang baik seperti kamu. Sering menjadi ketua panitia acara besar seperti kamu yang sering menjadi ketua kelas, he..he.. dia sangat rapi, goodlooking, dan aku tahu ia sholeh. Dapat melihatnya adalah sesuatu yang sangat indah, yang selalu kunantikan, karena jarang sekali hal itu terjadi. Anjar, doakan aku.. mungkin aku mencintainya.. doakan ia juga bisa mencintaiku suatu hari nanti.  Anjar, sering aku berkhayal kamu juga pernah mencintaiku.. yang aku harap memang itu, kamu pernah mencintaiku. Tapi harapan itu lagi-lagi pupus, kamu hanya menganggapku sebagai kakak kan, bahkan kamu terkesan sedikit takut untuk kudekati lagi. Bukan maksudku seperti itu  njar, aku hanya ingin mengenangmu, aku hanya ingin kita masih berteman, dan tidak ada yang berubah dengan itu. kalau kamu tidak bisa melihat aku sebagai orang yang pernah atau masih mencintaimu, tolong lihat aku sebagai temanmu, kenanglah aku sebagai teman yang baik.

LOVING YOU PART 3/END

Wallla, this is it  LOVING YOU PART 3 / END ala author Kim Hyon In.

Hahha, masih dengan cast yang sama dan genre yang sama. Mian karena baru bisa publish sekarang. Bukannya sok sibuk, tapi emang jadi mahasiswa itu sibuk sumpah!  Jadi buat readers yang pengen kuliah mending pikir2 dulu deh!! #plaak!! Hehe, enggak Cuma becanda doank kok!! Ayo sebarkan semangat meraih pendidikan tinggi!!

Eh iya, buat silent readers!! Boleh-boleh aja kok baca, tapi jangan silent lagi ya? Apalagi ngopy jalan cerita ff orang sembarangan. Okelah, gue ga nuntut! Tapi God will bash yours dah pokoknya!! #sokngancem *emang sape lu??*

Cast:

Seo Joohyun

Cho Kyuhyun

Kim Ryeowook

Choi Sooyoung

Park Jungsoo

Kim Taeyeon

Genre: Romance, Sad, Gaje, Humor (?)

Don’t copy my style!! Don’t forget to RCL!! J

Author pov

Malam itu, setelah Joohyun mengusir kyuhyun untuk pergi dari ruang rawat inapnya.  Joohyun menangis semalaman, tidak bisa tidur. Hatinya masih sakit, mungkinkah ia mampu memaafkan suaminya itu? Mungkinkah ia akan rela hidup dengan suami yang mencintai istri orang lain yang sekaligus kakak kandungnya sendiri??

End Author pov

Joo Hyun pov

Tuhan, engkau tahu aku sangat mencintainya. Aku ingin selamanya bisa berada di sampingnya. Tetapi  mungkin akan terlalu menyakitkan untuk terus berada di sampingnya. Tuhan, aku ingin menyerah padanya, aku akan merelakannya. Semoga keputusanku ini menjadi keputusan yang terbaik untukku dan untuknya. Aku tidak mau terus menerus tersakiti, biarlah ini menjadi yang terakhir kali, sudah cukup semuanya.

End Joo Hyun pov

Author pov

Malam itu juga joohyun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah sakit,  tanpa berpamitan pada Sooyoung, wookie maupun kyuhyun. Ia hanya meninggalkan selembar surat yang diletakkan di meja ruang rawat inapnya.

Back sound (Seohyun: It’s Okay even if it hurts) *Disarankan baca ffnya sambil denger lagu ini ya??*

It’s okay even if I can’t see
It’s okay even if I can’t breath
If I could meet you only once
If I could give you all my heart

How much more do I have to miss you
So that maybe you could know my heart?
How much more do I to cry and cry
So that tears could be dry?

Does it hurt because of loving you?
Is it the punishment for loving you so much?
Even though you say that I can lose everything
It’s okay if I just have you to be with me

Even if my heart is broken when loving you
Even if my heart is separated when waiting for you
It’s okay because I love you
It’s okay even if I get hurt

The farther I turn away so as to forget you
The more I miss you, What can I do
Even when you keep telling me it’s not right just

to keep me away from you
You are the only one to me, What can I do

Does it hurt because of loving you?
Is it the punishment for loving you so much?
Even though you say that I can lose everything
It’s okay if I just have you to be with me

Even if my heart is broken when loving you
Even if my heart is separated when waiting for you
It’s okay because I love you
It’s okay even if I get hurt

Even if I get poisoned and pricked
My love for you can’t stop
I will wait for you until forever
I will endure even if it hurts and hurts

Because of loving you more
It’s okay even if tears fall down
It’s okay even if it hurts…

*Ceritanya ini isi suratnya*

Aku akan pergi dari kehidupan oppa selamanya, oppa boleh memilih Sooyoung. Bahagiakan dia oppa, jangan pernah sakiti dia, jangan pernah meninggalkannya. Jagalah sooyoung eonni dan anaknya. Oppa aku akan baik-baik saja. Tersenyumlah karena aku juga akan selalu ikut bahagia bersamamu.

End Author pov

Kyuhyun pov

Aku berlari menyusuri koridor rumah sakit yang panjang. Argggh, kenapa jarak kamar joohyun  dan sooyoung terlalu jauh???  Joohyun aku yang salah, aku bukanlah suami yang baik untuk wanita sebaik dirimu. Akhirnya, aku sampai di ruang rawat joohyun. Tanpa basa-basi (?) aku langsung masuk ke kamarnya, tetapi tak kudapati joohyunku di sana. Aku mencarinya ke seluruh penjuru kamar *jjjjiah, ancuurrr t.t* tapi joohyun tidak ada, sampai kemudian aku menemukan secarik kertas di meja di samping tempat tidurnya. Aku membaca surat itu, dan aku menyesal sangat amat menyesal. Maafkan aku joohyun, maaf. Joohyun kamu dimana sekarang???

Sooyoung harus tahu tentang ini, aku segera bergegas kembali ke kamar sooyoung.  Perasaanku sangat kacau, aku bingung dan menyesal. Segera kusodorkan kertas itu pada sooyoung dan wookie. Sooyoung tak kalah sedihnya denganku. Ialah terlihat sangat menyesal, ia menangis sejadi-jadinya di pelukan wookie.

“Kyu, jangan diam saja!! Eottoke?? Apa yang harus kita lakukan. Berpikirlah, kau itu suaminya. Pabo!!!” wookie hyung menyadarkanku

“ne, ne hyung aku tahu!! Lalu aku harus bagaimana??” aku pun kembali bertanya.(?) *Author: dasar kyu pabooo!!! Pabo banget lu. Lu itu suaminya joohyun. Wookie: Thor, udah thor sabar thor.*

“Aish, kalian semua memang benar-benar namja-namja pabo ya!!  Kyuhyun cepat cari joohyun, cepat cari dia!!!!”

“Ne, ne kemana?? Kemana?” tanya kyuhyun lagi. *Author: ya ampun kyu, ini malah kenapa jadi tambah nyanyi alamat plasu sih kyu. (??) *

“Ke apartemen kalian! Atau ke rumah orang tuaku!!  Atau ke kantornya!! Jebballl!!!” Ungkap sooyoung yang tak bisa lagi membendung air matanya.

Aku pun akhirnya tersadar dari kepaboanku. (?) Dan segera beranjak dari tempatku berdiri sekarang dan berlari mencari joohyun. Aku segera  mencari joohyun ke rumah orang tuanya. Tetapi joohyun ternyata tidak ada di sana. Saat ditanya oleh eomonim dan appanim, aku terpaksa berbohong. Aku hanya bilang kalau joohyun mungkin sedang sibuk di kantornya sampai-sampai belum pulang, aku berjanji akan segera menjemputnya. Aku tidak mau melibatkan mereka dulu. Biarlah aku yang menyelesaikannya. Aku kemudian memutuskan untuk ke kantornya, tetapi  ternyata dia tidak ada di sana. Aku bertanya kepada semua pegawainya, tetapi semuanya bilang hari ini Joohyun tidak ke kantor. Aku semakin bingung, dan memutuskan untuk pulang. Ya, mungkin Joohyun ada di rumah. Semoga saja.

Dalam perjalanan, aku teringat akan sesuatu.  Aku pernah ingin menceraikan Joohyun, aku sudah pergi ke pengadilan dan mengurus semuanya  bersama pengacaraku. Dan tiba-tiba handphoneku berdering,

“Yeoboseyo??”

“Ini dari kantor pengadilan agama *author semakin ngarang, emang di korea ada pengadilan agama??? Tau ah gelap!*, kami hanya ingin memberi tahu bahwa surat cerai anda sudah kami kirimkan kepada istri anda untuk ditandatangani. Di alamat yang sudah anda berikan kepada kami. Dan surat cerai itu sudah sampai ke alamat tersebut. Terima kasih.”

“Mwo?? Andwee!!!”

Andwee, joohyun tidak boleh menerima surat itu. Tidak, ini sama halnya dengan aku menyakitinya lagi. Surat itu aku tujukan pada joohyun ke alamat apartemenku. Aku harus segera pulang dan membuang surat itu. Joohyun tidak boleh tahu.

End kyuhyun pov

Author pov

Malam itu, Joohyun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit. Keadaannya masih lemah, ditambah lagi kakinya yang belum terlalu pulih. Ia bingung, tak tahu akan kemana. Ia tak membawa apa-apa, hanya baju yang ia pakai dan uang 1000 won yang tersisa di saku celananya. Joohyun memutuskan untuk pulang  apartemen  kyuhyun untuk mengambil barang-barang dan dompetnya. Uang 1000 won itu akhirnya ia gunakan untuk pergi kesana.

Malam itu langit jauh lebih gelap tak seperti biasanya. ‘Sepertinya ini akan hujan’ batin Joohyun. Tetapi semua itu tak mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah sakit malam itu juga sebelum kyuhyun pulang ke apartemennya. Joohyun bergegas menuju halte terdekat untuk menunggu bis yang akan mengantarkannya  ke apartemen Kyuhyun di  jantung kota Seoul. Langkah kakinya terhenti sejenak, ketika melihat kyuhyun tertidur di koridor rumah sakit. Ditatapnya lelaki itu lekat-lekat. Bibir Joohyun tercekat, entah berapa kali sudah ia disakiti oleh lelaki ini, tapi tetap saja hatinya luluh tiap kali melihat wajah itu. Wajah kelelahan yang biasa ia lihat saat kyuhyun pulang kerja. ‘Oppa pasti sangat lelah menunggu sooyoung eonni seharian’  batin Joo hyun lagi. Joohyun tersenyum tetapi diwaktu yang bersamaan ia menangis. Dibelainya pipi Kyuhyun  dengan punggung tangannya dan kemudian Joohyun mencium kening kyuhyun dengan lembut, agar lelaki itu tidak terbangun. Hati joohyun bergemuruh, ingin sekali ia mengatakan ini sekali lagi, dan mungkin untuk terakhir kali. “Saranghaeyo oppa”ucap kyuhyun samar-samar.

Joohyun pun melangkahkan kakinya pergi menjauhi lelaki yang tetap saja tertidur pulas itu, kemudian berlari keluar rumah sakit. Di luar tetap saja hujan, seakan alam juga turut bersedih untuknya. Joohyun berlari-lari kecil dan menutupi kepalanya dengan hoodie tebal yang ia pakai. Sesampainya di halte Joohyun segera menaiki bis malam yang terakhir melintasi kota itu.

Johyun membuka pintu apartemen kyuhyun, terlintas semua memori indah mereka yang pernah terjadi di apartemen itu. Ruangan pertama yang ia tuju adalah kamar utama, kamarnya dan kamar kyuhyun.  Ruangan itu membuatnya kembali mengenang cerita-cerita indah mereka.

Flashback

Pagi itu, Joohyun yang masih tidur di sofa masih merasa sangat lelah karena semalaman diajak kyuhyun bermain game starcraft sampai jam dua pagi. Joohyun masih ingin tidur, ia ingin sekali bolos kerja pada hari itu.  Joohyun terbangun karena ia merasa ada seseorang yang sengaja mencipratinya dengan air.

“Heh, Joohyun pabo bangun!!!”

Joohyun tetap saja tidak membuka matanya!!

“Ya!! Seo Joohyun bangun!! Kau tidak tau apa ini sudah jam berapa?? Aku lapar, lagi pula kau tidak kerja apa!!” lelaki itu membentak Joohyun

Joohyun mulai membuka matanya

“Eh, kyuhyun-ssi. Memangnya ini  jam berapa??”

“Sudah jam 9 pagi tauk??”

“Mwo??” Joohyun terkejut tetapi ia kembali tertidur

“Aishh!! Seo Joohyun cepat bangun! Kau tidak kerja apa??”

“Aku bolos kerja hari ini. Aku capek. Semalaman kan kita main Starcraft. Apa kau juga tidak capek??”

“Tapi kau tidak boleh libur membuatkan sarapan untukku??”

“Sarapannya libur juga ya Kyuhyun-ssi??”

“Aish, baiklah tunggu sebentar!!”

Joohyun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian pergi ke dapur dan membuatkan sarapan singkat. Dan segera menyajikannya pada Kyuhyun. Joohyun memandangi laki-laki yang sedang sarapan itu.

“Kenapa kau terus memandangiku??”

“Mwo, aniyo??”

“Aku tampan ya??”

“Aniyo??”

“Lalu apa??”

“Saat tiba waktunya kita berpisah  nanti, aku pasti akan sangat merindukan saat-saat ini. Aku akan merindukan membuat sarapan untukmu, bermain starcraft denganmu, dan menunggumu pulang kerja. Aku pasti akan sangat merindukan hari ini.” Jawab Joohyun

“Nado, aku juga akan merindukannya.”

“Aniyo oppa, jangan ikut merindukannya. Biarkan aku saja yang mengenangnya, dan kau boleh melupakannya.”

“Waeyo?? Kenapa aku harus melupakannya??”

“Karena  Cuma aku yang jatuh cinta. Bukan kamu,”

Kyuhyun tersedak kaget!

“Mwo?? Kau barusan bilang apa?”

“Sudah-sudah tidak ada apa-apa, tidak ada siaran ulangnya. Makanya kalau makan hati-hati. Jangan sampai tersedak begitu.”

“Ini sudah selesai,”

“ya sudah sini aku bereskan”

“Mianhayeo Seohyunnie,,” ucap kyuhyun spontan saat joohyun membalikkan badannya menuju dapur. Kyuhyun masih mengikuti Joohyun di belakangnya. Tak terasa air mata Joohyun jatuh membasahi pipinya. Kyuhyun mengambil piring dan gelas yang dibawa Joohyun kemudian meletakkannya di meja dapur. Ditatapnya mata Joohyun.

“Kau menangis??”

“Ne, ” Joohyun menganggukkan kepalanya

Grebb,

Kyuhyun memeluk tubuh Joohyun. Dibiarkannya Joohyun menangis dipelukannya.

“Oppa, saranghaeyo”

Kyuhyun semakin mempererat pelukannya, tanpa menjawab apapun.

End of flashback

Joohyun tak kuasa lagi membendung air matanya, ia seakan tak berdaya menopang tubuhnya sendiri. Joohyun tak kuasa lagi berdiri, ia terduduk di lantai lemah tak berdaya.

Joohyun segera mengemasi semua barang-barangnya. Namun, ia memutuskan untuk tidur dulu di apartemen hingga esok pagi. Karena ia masih merasa sangat lemah.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membangunkan joohyun dari tidur lelapnya.

“Nuguseyo??”

“Tukang pos, agashi??”

“ne, tunggu sebentar”

Joohyun bergegas membuka pintu apartemennya

“Ini ada surat untukmu agashi, silahkan anda tanda tangan di sini.”

“Ne, sudah. Gomawo ahjussi”

Joohyun menutup pintu apartemen dan membuka  surat yang telah ia terima. Joohyun terkejut, ia tak tahu lagi harus bagaimana. Kyuhyun ternyata telah merencanakan perceraian mereka.

Sementara itu Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia harus segera sampai di apartemennya. Kyuhyun berlari menuju apartemennya. Segera ia buka pintu apartemen yang ternyata tidak terkunci. Joohyun yang baru saja menerima surat dari pengadilan dan masih berdiri di depan pintu terkejut dengan suara pintu yang tiba-tiba terbuka. Ternyata yang ia lihat adalah kyuhyun. Kyuhyun segera merebut surat itu dari tangan Joohyun.

“Oppa, apa yang kau lakukan?? Aku akan segera menandatanganinya.”

“Aniyo, kau tidak boleh menandatangani ini!!”

“Waeyo?? Bukankah kau sendiri yang menggugatku?? Bukankah kau yang menginginkan semua ini Cho Kyuhyun??” Joohyun tak dapat membendung emosinya.

Kyuhyun menutup pintu apartemennya dan menguncinya rapat-rapat.

“Ya!! Kenapa kau malah menguncinya?? Aku mau pergi!!”

“Andwee, kau tidak boleh pergi! Aku perlu menjelaskan sesuatu kepadamu..” Mohon kyuhyun

“Aku tidak perlu penjelasan. Jebbal!! Buka pintunya!!” Joohyun semakin murka *ceileh, apaan tuh murka??*

Tok tok tok

Pertengkaran mereka terhenti karena ada yang mengetuk pintu apartemen mereka lagi.

“Nugu??” jawab kyuhyun

“Aku, appamu kyu. Ini juga ada eomma.”

“Mwo??”

Joohyun dan Kyuhyun saling menatap dan terkejut.

“Aku mohon jangan pergi, aku perlu menjelaskan sesuatu. Dan surat ini, sudah tidak penting lagi.” Ucap kyuhyun sambil merobek surat cerai itu dan membuangnya ke tempat sampah. Kyuhyun lalu membuka pintu apartemennya. Dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa sebelumnya, Kyuhyun takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada appanya kalau ia mengetahui tentang semua ini.

“Appa eomma, kenapa kalian kesini??”

“Ya!! Anak ini, tentu saja aku ingin mengunjungimu dan menantuku” ucap eomma kyuhyun sambil memukul kepala kyuhyun (?).

“Appa, eomma silahkan masuk.” Perintah Joohyun sopan

“Aku mendengar berita dari appamu joohyunnie kalau kakakmu sudah melahirkan. Aku segera menelpon sooyoung dan ingin mengucapkan selamat untuknya. Tetapi Sooyoung juga memberitahuku kalau kau semalam jatuh pingsan. Sooyoung yang menyuruhku kesini, katanya mungkin kau sudah pulang. Sekarang bagaimana?? Kau sudah baikan?” Jelas eomma kyuhyun panjang lebar sambil mengelus rambut joohyun penuh cinta. (?)

“Ne, eomma.”

“Aigoo, kau masih sangat pucat sayang, kenapa sudah diijinkan pulang??” tanya eomma kyuhyun lagi

“Aku tidak tahan lama-lama berada di rumah sakit eomma. Lagian aku juga sudah merasa baikan.” Jawab joohyun sambil tersenyum.

“ya!! Kyuhyun kau ini bagaimana? Mengurus satu istri saja tidak becus. Kau itu namja, namja! Kau seorang suami.” Marah appa kyuhyun kepada anaknya

“Ne, aku tahu.” Jawab kyuhyun lemah.

“Lain kali jaga istrimu baik-baik.” Ucap appa kyuhyun lagi

“Joohyunnie, apakah anakku selama ini sudah memperlakukanmu dengan baik?? ” tanya appa joohyun.

“Ne, appa tidak perlu khawatir. Kyuhyun oppa sudah menjaga dan memperlakukanku dengan sangat baik.” Jawab Joohyun dengan tersenyum getir, entah mengapa ia tak kuasa menahan air matanya. Kyuhyun mengangkat wajahnya yang semula tertunduk karena mendengarkan nasihat-nasihat (?) appanya, kini ia beralih menatap joohyun, ia semakin merasa bersalah. Joohyun berbohong, kyuhyun merasa selama ini tak pernah memperlakukan istrinya dengan baik.

“Joohyunnie, waeyo?? Kau menangis??” tanya eomma kyuhyun yang beringsut memeluk tubuh joohyun.

“Aku hanya terharu eomma, kyuhyun sangat baik. Jangan marahi dia lagi.” Jawab joohyun

“Sudah, sudah. Kajja ayo kita sarapan?? Eomma sudah membuatkan sarapan yang paling enak untuk kalian.”

“Gomawo, eomma.”

Setelah sarapan

“Joohyun, kyuhyun eomma dan appa pulang dulu yah?? Kapan-kapan eomma akan kesini lagi.”

“Joohyun, segera buatkan kami cucu ya??” bisik eomma kyuhyun pada joohyun yang juga dapat didengar oleh kyuhyun dan appanya.

“Oh, ne jangan khawatir eomma, joohyun sekarang sedang mengandung dua bulan.” Ucap kyuhyun yang membuat eomma dan appanya terkejut.

“Mwo, kenapa kalian tidak cerita dari tadi?? Pokoknya kau harus menjaga istrimu dengan baik kyu!! Dan aku akan sering-sering kesini untuk membuatkan masakan-masakan yang enak untukmu dan cucuku. Aish, aku sangat senang sekali.” Ucap eomma  kyuhyun sambil memeluk joohyun

“Kyu, kau akan segera menjadi ayah. Appa harap kau bisa menjaga istri dan anakmu dengan baik. Arasseo?”

“Ne, appa.”

“Kajja, ayo kita pulang yeobo. Aku ada janji dengan kolega perusahaan hari ini.” Ajak appa kyuhyun kepada eomma kyuhyun.

“Ne, pai pai cucuku??” ucap eomma joohyun sambil membelai perut joohyun seakan ia sedang berbicara dengan cucunya.

“pai pai halmeoni haraboji..” Jawab kyuhyun.

Pintu apartemen kembali tertutup. Dan tinggallah Joohyun dan kyuhyun dalam apartemen itu.

Sunyi. Dan kemudian Kyuhyun memecah kesunyian itu.

“Kajja, seohyunnie ayo kita duduk. Kau harus banyak beristirahat.”

“Apa maksudmu oppa?? Setelah kau menggugatku untuk bercerai, kau malah memberi harapan lebih pada appa dan eomma. Kenapa kau mengatakan pada mereka tentang kehamilanku. Kau menempatkan aku pada posisi yang sulit!! ”

“Mianhae seohyunnie untuk semua kebodohanku selama ini. Untuk semua perlakuan burukku kepadamu. Mian, karena selama ini aku hanya bisa menyakitimu. Aku menyesal.”

“Tapi aku akan tetap pergi..”

“Andwee, jangan pergi seohyunnie”

“Aku tidak mungkin terus menerus hidup dengan suami yang tak pernah mencintaiku.”

“Siapa bilang aku tidak mencintaimu.”

“Sudah, sudah cukup kau mempermainkanku. Yang kau cintai hanya kakakku. Bukan aku!! Aku harus pergi sekarang!”

Kyuhyun menahan tubuh Joohyun, ia seakan tak ingin melakukan kesalahan untuk kesekian kali dan membiarkan Joohyun pergi. Kyuhyun memeluk tubuh itu.

“Lepaskan aku!” pinta Joohyun

“Andwee, dengarkan aku. Aku sekarang sudah tau semuanya. Aku tau siapa gadis yang selama bertahun tahun mencintaiku. Menungguku pulang dari Amerika tanpa kepastian. Gadis yang sudah setia membalas semua surat-suratku, menyemangatiku. Gadis yang ber-id keroro saat kami chatting. Gadis yang dengan tulus  memendam perasaannya sendiri demi orang-orang yang dicintainya. Gadis yang rela terluka untukku.” Kyuhyun tak mampu lagi membendung air matanya begitu pula Joohyun.

“Jeongmal gomawoyo, seohyunnie karena telah menjadi gadis itu.”

“Oppa, jangan begini?? Kalau kau begini bagaimana aku bisa pergi?? Lepaskan aku!” Joohyun memukul mukul punggung kyuhyun sambil menangis.

“Andwee, kau tidak boleh pergi kemanapun. Kau akan tetap di sini. Aku akan menjagamu dan anak kita. Aku berjanji.”

“Saranghaeyo Seo Joohyun. Jeongmal Saranghae.”

“Waeyo?? Kenapa kau diam jagi?? Joohyunnie??” Kyuhyun melepaskan pelukannya tetapi tetap memegang lengan joohyun erat. Joohyun tetap diam.

“Oppa kau tau?? Aku sudah menunggu kata-kata itu terucap olehmu selama bertahun tahun.”

“ahhaha, ” tawa kyuhyun pecah tetapi masih bercampur tangis bahagia (?).

“Saranghae, saranghae saranghae, aku akan mengucapkan itu setiap hari, kau tidak boleh terkejut lagi seperti tadi. Kau harus terbiasa. Arasso??” Ucap kyuhyun sambil mengacak rambut Joohyun. Dan kemudian mencium lembut bibir mungil istrinya.

“Dan aku juga akan menciummu setiap hari.” Jawab kyuhyun dan kemudian melanjutkan mencium bibir Joohyun lagi.

And they will live happily ever after..

LOVING YOU PART 2

Joohyun terbangun dari tidurnya, dilihatnya kyuhyun masih memeluk erat dirinya. Sejenak Joohyun tenggelam dalam lamunannya, Joohyun tak lagi teringat akan semua kesalahan yang telah kyuhyun buat.  Joohyun memang tak ingin mengingatnya lagi. Malam itu telah mengubah segalanya, dan kyuhyun nyatanya memang telah membawa semua  yang ia punya. dan yang tersisa kini hanya rasa percaya yang ia titipkan pada suaminya itu.

Kyuhyun mempererat pelukannya, joohyun tahu suaminya itu pasti sudah bangun. Tetapi kyuhyun tetap saja memejamkan matanya.

“kyuhyun-ssi, lepaskan aku. ”

“aniyo”

“lepaskan kyuhyun-ssi, kau membuatku sulit bernafas..”

“aniyo, aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mau memanggilku oppa.”

“ok! I’ll call you oppa. Oppa lepaskan aku.”

“aniyo”

“apa lagi kyuhyun-ssi?”

“ya! Kenapa kau masih saja memanggilku kyuhyun-ssi??”

“eh, maap keceplosan!” *emang di sono ada keceplosan??* #author ngelantur

“aniyo, kau harus membayar kesalahanmu dengan menciumku.”

“ani, aku belum sikat gigi oppa.”

“ya sudah, selamanya kau akan terjebak di sini.” Kyuhyun kembali mempererat pelukannya.

“di pipi saja ya?”

*chu*

“tidak bisa! Aku mau di sini?” jawab kyuhyun sambil menunjuk bibirnya.

“aniyo, aku bilang aku belum sikat gigi.”

“aish, kenapa kau tidak mau menuruti suamimu?”

*chu*

“tuh sudah! Puas??”

Joohyun akhirnya dapat melepaskan diri dari kyuhyun.

“kau mau kemana?” tanya kyuhyun.

“aku mau mandi oppa? Aku ada pekerjaan hari ini.”

“arraso, palli! Sana masuk kamar mandi. Nanti kau telat.”

Joohyun pun segera melangkahkan kaki ke kamar mandi, setelah itu ia kembali beraktifitas seperti biasanya. Sembari menyiapkan sarapan untuk kyuhyun, ia juga menyiapkan kemeja dan jas untuk kyuhyun. sementara kyuhyun masih di kamar mandi.

Setelah sarapan, kyuhyun untuk pertama kalinya akhirnya mau mengantarkan joohyun pergi kerja. Joohyun bekerja di sebuah butik yang ia bangun sendiri. Di butik itu ia bekerja sebagai fashion designer dan memiliki beberapa karyawan.

Tetapi secara mengejutkan, sooyoung kakak joohyun yang dulu pernah mengisi hati kyuhyun telah berdiri di depan butik joohyun yang bahkan belum dibuka. Joohyun dan kyuhyun segera menghampiri sooyoung. Terlihat raut wajah sooyoung yang sembab seperti baru saja menangis.

“sooyoung eonni, waeyo? Gwenchanayo?”

Joohyun tak sanggup melihat kakak satu-satunya yang sedang hamil tua itu menangis. Di peluknya sooyoung, dan joohyun berusaha menenangkannya.  Sementara Kyuhyun hanya bisa berdiri terdiam melihat sooyoung dan joohyun. Diakui kyuhyun, ia juga tak tega melihat wanita yang pernah ia cintai itu menangis. Dan lagi, kyuhyun nyatanya memang tak mudah melupakan sooyoung yang telah bertahun-tahunmengisi ruang di hatinya, semua kenangan tentang sooyoung tak mungkin dapat ia lupakan secepat itu. Rasa rindu itu masih sangat dalam terasa, bertahun-tahun kyuhyun menunggu waktu untuk pulang ke korea. Dan yang ingin ia jumpai hanya sooyoung. Semua surat dari sooyoung  *yang baca loving you part 1, pasti tau sebenernya surat itu di tulis siapa.*masih ada dan tersimpan rapi, tidak ada yang tahu dimana kyuhyun menyimpannya.  Surat-surat itu seakan membuat kyuhyun tak percaya, kalau sooyoung ternyata telah memiliki namjachingu di korea dan bahkan telah hamil di luar nikah. Tetapi rasa sakit itu telah terkalahkan oleh rasa iba dan rindu yang menggebu yang tiba-tiba muncul dalam hati kyuhyun.

“waeyo eonni?, katakanlah padaku.” tanya joohyun lagi

“wookie telah berselingkuh dengan wanita lain hyunnie, aku melihat sendiri betapa mesranya mereka. Wanita itu adalah teman kerjanya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat mereka bermesraan di ruang kerja wookie.” Jawab sooyoung sambil sesenggukan

“tenang ya eonni, eonni sekarang masuk saja dan istirahat di ruang kerjaku dulu. ”

“oppa, aku akan membawa sooyoung eonni masuk dulu. ”

“ne, hyunnie. Sebaiknya aku berangkat kerja sekarang saja.”

Kyuhyun akhirnya memasuki mobil dan menuju ke kantornya. Di dalam perjalanan kyuhyun tak dapat berhenti memikirkan sooyoung. Rasa rindu, kasihan, khawatir, dan mungkin cinta yang tersisa masih bercampur aduk memenuhi hati dan pikirannya. “Setega itukah wookie pada wanita yang aku cintai bertahun-tahun lamanya? Semudah itukah  wookie mempermainkannya? Oh, sooyoung mengapa engkau tak bersabar saja menunggu kepulanganku dulu?”

Dua bulan kemudian

Rumah tangga joohyun dan kyuhyun akhir-akhir ini, seperti kembali seperti dulu, semakin hambar. Kyuhyun mengulangi kebiasaan lamanya, pulang malam, tidak mau makan di rumah, dan sering membentak joohyun.  Tetapi secara diam-diam kyuhyun sedang mengawasi gerak-gerik wookie agar tidak menyakititi sooyoung lagi dan melindungi sooyoung, kyuhyunlah yang mengantarkan sooyoung ke dokter kandungan. Kyuhyun jadi semakin mengkhawatirkan sooyoung karena  sooyoung sebentar lagi akan melahirkan. Joohyun sebagai adik juga mengkhawatirkan kakaknya, setiap hari joohyun juga menjenguk kakaknya, dan merawat kakaknya yang kini sudah terbatas aktivitasnya karena kandungannya yang semakin tua. Tetapi joohyun sama sekali tak tahu, bahwa kyuhyun juga melakukan hal yang sama. Sooyoung juga tak pernah mengatakan apa-apa.

Hingga pada suatu malam, joohyun tak bisa tidur juga padahal malam sudah semakin larut. Kyuhyun tak juga pulang ke rumah. Tetapi perasaannya semakin tak enak, karena sooyoung yang setiap malam masih sempat mengirimkan pesan singkat untuk joohyun, tiba-tiba tidak mengirimkan satu pesan pun. Akhirnya, joohyun memutuskan untuk pergi ke rumah sooyoung saat itu juga. Sesampainya di sana, joohyun segera berlari ke arah kamar sooyoung karena, joohyun mendengar suara jeritan sooyoung. Pasti kakaknya itu akan segera melahirkan. Tetapi  setelah sampai di kamar sooyoung, betapa terkejutnya joohyun yang mendapati suaminya yang berada di kamar itu, bukan wookie suami sooyoung sendiri. Kyuhyunsangat panik, ia tak lagi memikirkan keberadaan joohyun yang ada di pikirannya sekarang adalah, segera membawa sooyoung ke rumah sakit. Dipersiapkannya semua keperluan sooyoung.  Tetapi ketika akan membantu sooyoung berjalan, kyuhyun baru menyadari keberadaan joohyun. Seperti mengacuhkan, kyuhyun segera saja memerintah joohyun dengan nada sedikit membentak!  “Ayo, bantu aku joohyun! Knapa kau diam saja seperti patung!” “ne, arasso” segera diraihnya tubuh kakaknya itu oleh joohyun, dan memapahnya berjalan sementara kyuhyun menyiapkan mobil. Tanpa ia sadari, joohyun telah meneteskan air mata sambil memapah kakaknya.  Sebenarnya ia iba melihat kakaknya itu, tetapi ada rasa cemburu yang luar biasa yang kini sedang menaungi hatinya. Tiba-tiba joohyun berteriak keras, kakinya terkilir saat menuruni tangga, tetapi semua itu tak dihiraukannya lagi, yang terpenting saat ini hanyalah sooyoung.  Joohyun tak lagi merasakan rasa sakit di kakinya itu, karena sakitnya memang tak hanya ada di situ tetapi di hatinya yang paling dalam. Dan semua rasa itu sejenak terasa mati.

Sesampainya di rumah sakit, sooyoung langsung memasuki kamar bersalin. Sementara kyuhyun dan joohyun tidak diperbolehkan masuk, karena sooyoung hanya ingin ditemani wookie dalam persalinan. Berkali-kali wookie dihubungi  oleh joohyun tapi tak ada jawaban.  Joohyun dan kyuhyun terduduk lemas di depan ruang persalinan. Mereka terlihat begitu lelah. Kini joohyun mulai merasakan sakit yang luar biasa di kakinya sakit sekali, joohyun memegangi kakinya dan menangis, entah kenapa rasa sakitnya seperti berlipat-lipat.

“joohyun, waeyo?? Kenapa kakimu?”

“aniyo, gwenchanayo. Tidak usah mempedulikan aku.”

“tapi kakimu membengkak joohyun, kau tadi kenapa?”

“aniyo, aku tidak apa-apa, hanya keseleo sedikit tadi.”

Joohyun segera berdiri, iaa seperti tak ingin melihat kyuhyun lagi. Berada di sampingnya membuatnya semakin sakit. Tetapi hanya beberapa langkah menjauhi kyuhyun, joohyun jatuh pingsan. Kyuhyun pun panik dan segera membawa joohyun ke salah satu ruang dokter.

Tidak berapa lama, joohyun akhirnya sadar. Dokter memberinya suntikan yang tidak diketahui untuk apa. Dan juga memperban kaki joohyun.

“selamat, tuan dan nyonya. Kalian akan segera memiliki keturunan. Nyonya joohyun, sedang mengandung satu bulan”

Joohyun dan kyuhyun melongo tak percaya, mereka saling tatap. Joohyun bingung harus bereaksi seperti apa, begitu pula kyuhyun.

“sudah ya, saya tinggal dulu. Nyonya joohyun, silahkan istirahat dulu saya sudah memberi suntikan vitamin untuk ibu hamil kepada anda. ”

“ne, gomawo.” Jawab joohyun.

“ehm, apakah kakimu masih sakit joohyun??”

“aku tidak tahu.”

“kenapa kau jawab begitu? Kakimu membengkak, pasti ini sangat sakit.”

“karena sakitnya bukan hanya di situ cho kyuhyun!  tapi di sini jauh lebih sakit.” Jawab joohyun sambil memegang dadanya, ada rasa menyesakkan di situ, sakit sekali jauh lebih sakit daripada sakit yang ia rasakan di kaki. Seketika itu juga joohyun menangis.

“aniyo, hyunnie jangan menangis. Mianhayo.”

“pergi kyuhyun, pergilah. Aku ingin sendiri. Temani saja sooyoung, dia pasti lebih membutuhkanmu.”

“aku akan tetap di sini.”

“aniyo, pergilah! Keberadaanmu membuat hatku semakin sakit.”

“hyunnie, mianhae. Jeongmal mianhae. Maafkan aku atas semua sikapku kepadamu, aku harus bagaimana agar aku dapat membayar semua kesalahanku padamu?”

“hiks, hiks, kau tidak perlu melakukan apapun, semuanya sudah jelas. Kau tidak pernah mencintaiku, meskipun aku berusaha sekeras apapun, kita tidak akan memiliki perasaan yang sama. Aku lelah cho kyuhyun, aku lelah mencintaimu, megertilah. Aku bosan bicara denganmu, aku muak. Ku mohon pergilah”

“hajiman,”

“pergilah, aku akan baik-baik saja, kau bebas sekarang. Andai kau mengatakannya sejak awal. Mungkin aku tak akan pernah meneruskan pernikahan ini lebih lama.”

“joohyun, mianhaeyo, jeongmal mianhae.”

Dan akhirnya, kyuhyun menyerah.  Ia pergi ke ruang perawatan sooyoung, di sana ternyata sudah ada wookie. Kyuhyun hanya bisa menangis, mengingat joohyun, dan semua kesalahannya. Rasa penyesalan itu menyeruak teramat dalam. “pabo cho kyuhyun!” ucapnya pada dirinya sendiri.

Malam itu juga, ia habiskan malam dan tertidur di koridor rumah sakit *hiks.. tega banget gue, nyuruh kyuppa tidur di koridor! Seorang kyuppa gitu lhoh?? * #plak!

Pagi harinya, kyuhyun melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah wookie dan sooyoung. Mereka ternyata sudah berbaikan. Wookie sudah bertobat dan berjanji akan kembali ke jalan yang benar dan mengabdikan diri untuk menjadi ulama. *lhoh lhoh lho, author semakin linglung*

“kyuhyun, aku ingin bicara denganmu. Bisakah kau meninggalkan kami berdua wookie.”

“ne. Tapi jangan macam-macam ya kyu???” ancam wookie ke kyuhyun.

“apakah selama ini kau mencintaiku, apakah kau tidak memiliki perasaan cinta sedikitpun untuk adikku?”

“aku tidak tahu young, aku bingung. Tidak mungkin aku begitu mudah melupakan wanita yang bertahun-tahun aku cintai. Kau selalu memberikanku harapan lewat surat-suratmu young. Tetapi kau malah menikah dengan lelaki lain. Tetapi aku juga tidak bisa dikatakan tidak memiliki perasaan apapun untuk adikmu.”

“maafkan aku kyu, aku telah membiarkanmu masuk lagi dalam kehidupanku. Membiarkanmu menjagaku selama wookie pergi dan tidak pernah mengatakan tentang itu kepada joohyun. Jujur kyuhyun, aku tidak pernah mencintaimu. ”

“apa maksudmu young?”

“apakah kau benar-benar tidak tahu kyu?? Apakah selama ini joohyun tidak pernah menceritaknnya? selama ini aku hanya menganggapmu teman. Tidak lebih. Aku tidak pernah membalas suratmu kyuhyun, tidak pernah sekalipun. Aku juga tidak pernah membalas e-mailmu, dan yang chatting denganmu bertahun-tahun itu bukan aku. ”

“la, lalu siapa young??”

“orang itu adalah adikku, dia kasihan kepadamu karena aku selalu mengacuhkanmu. Jadi kuijinkan dia untuk menyamar sebagai aku dan membalas semua surat-suratmu.”

“aniyo, tidak mungkin!”

“jadi, yang sebenarnya kau cintai dalam hatimu itu bukan aku kyu, tapi joohyun.”

“aniyo, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Berkali-kali sudah aku menyakitinya young, tetapi dia tetap sabar mencintaiku. Aku harus menemuinya young!”

Kyuhyun segera keluar dan berlari ke ruangan joohyun, iya tak sanggup lagi menahan air mata yang berjatuhan. Tidak pernah ia menangis separah ini,

 

Kyuhyun pov

Jadi yang selama ini yang aku cintai adalah joohyun, yang selama ini aku rindukan adalah joohyun, yang mencintaiku apa adanya adalah joohyun, yang paling setia dan mengerti aku adalah joohyun. Pantas saja ia mengerti semua masakan yang aku sukai, karena memang aku telah menceritakan itu kepadanya bertahun-tahun lalu, tidak ada lagi yang mengetahui dengan baik selain dia dan ibuku. Jadi gadis yang bertahun-tahun setia membaca curahan hatiku adalah joohyun, aku ingat, id yang digunakan sewaktu chatting dulu adalah keroro, joohyun sangat menyukainya!! Aish, kenapa aku baru paham sekarang? Tuhan, jadi selama ini aku tidak pernah menyadari bahwa orang yang aku cari, yang aku rindu, dan yang aku cintai sudah aku miliki. Joohyun, jeongmal mianhae!! Aku hanya mencintaimu, hanya kamu…

 

TBC

P.S.: gimana.. gimana.. gimana…?? *pake nada alamat palsunya ayu ting2* maaf ya? Ffnya terlalu panjang dan ternyata TBC. Aku janji akan update secepatnya, ini udah hampir klimaks kok. Tinggal dikit lagi, tapi aku capek pegen bobok dulu. See ya, semuanya?? :*

 

 

 

Harus Inget Ini

“Ya, Allah jagalah imanku, semangatku, dan motivasiku. Jangan biarkan aku berputus asa dalam keadaan apapun. *LA TAHZAN* Fighting!”
Selasa, 28 Juni 2011
Semoga Allah menjaganya selalu ya?? Di masa peralihan dari semester 2 ke semester 3 ini, aku cuma pengen itu. karena hanya dengan itu aku bisa bertahan di sini. Di tempat penuh barokah, kata seorang seniorku. Aku masih percaya itu, aku harus percaya bahwa Allah punya rencana yang lebih indah dari apa yang kita harapkan, dari sekedar apa yang kita mau. Allah memberi apa yang aku butuhkan, Allah maha penyayang, Allah menyayangi aku, Allah menyayangi orangtuaku, Allah menyayangi kakakku, Allah menyayangi kita semua. Allah maha berkehendak, dan rencana-Nya jauh lebih indah dari rencana kita.
Mungkin dengan cara ini, Allah mengingatkan aku. Bahwa selama ini usahaku masih sangat kurang, kadang aku sudah merasa usahaku sudah banyak, tapi aku jauh dari Allah. Atau aku sudah merasa dekat dengan-Nya dan sudah banyak berusaha, tetapi hasilnya belum juga memuaskan. Mungkin aku lupa tidak beramal, beramal dalam hal apa saja. Mungkin aku terlalu banyak mengeluh dan lupa bersyukur. Mungkin Allah tidak ingin aku menjadi orang yang sombong apabila aku mendapatkan hasil yang baik, mungkin Allah memberiku kesempatan untuk belajar berusaha keras. Aku tidak boleh kecewa dengan hasil ini, aku tidak boleh berputus asa.
1. Ini bukan akhir dari segalanya, aku harus bisa maju!!
2. Aku harus ingat Allah!!
3. Harus inget pesen ayah!! Jangan lupa sholat! Jangan lupa ngaji! Jangan lupa makan juga, he..he.. :D
4. Harus inget ibuk!
5. Harus inget embak!
6. Harus inget perjuangan mereka bertiga!!
7. Harus inget kalau aku pernah jatuh, dengan keadaan yang jauh lebih buruk daripada ini! Dan aku bisa bangkit melewatinya!! Sekarang aku harus bangkit lagi!
8. Jangan sampai lupa beramal!! Beramal dalam hal apapun!!
9. Harus jadi orang baik!
10. Jangan jadi sombong!!
11. Harus belajar lebih banyak!
12. Jangan mengeluh!!
13. Banyak bersyukur ya??
14. Hindari nyontek!!
15. Jangan nyerah!!
16. Kalo ga bisa, jangan gengsi buat tanya! Kamu jangan sombong! Kamu emang belum bisa! Makanya kamu harus nanya!!
17. Stop thinking ‘bout u, boy!! Ha..ha.. :p “i believe, my prince will come in the rite time. And now isn’t the rite time for thinking about that! I have to be patient to wait the right person in the right time. Allah has ‘maybe’ a beatiful plan for my love story. So just be patient, iin!!”
18. AKU HARUS SERING-SERING BACA NOTE INI!!

LOVING YOU

Akhirnya, saya bisa bikin ff. Ini ff pertama saya. Mian ya, kalo ceritanya ngalor ngidul ga jelas. Dengan banyak ketidak sempurnaan kita perkenalpun castnya.
Seo Joohyun as Seo Joohyun
Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
Seo’s father: terserah reader
Seo’s mother: terserah reader
Park Jungsoo as Cho Jungsoo(kyu’s father)
Kyu’s mother: terserah reader
Choi Sooyoung as Seo Sooyoung
Kim Ryeowook as Kim Ryeowook
P.S: Don’t bash my ff! If you still bash! God will bash yours! 

Joohyun pov
Tuhan, selamatkan aku dari pernikahan ini. Ini tidak boleh terjadi. Bagaimana mungkin aku menikah dengan orang yang sama sekali tidak mencintaiku?? Aku tahu, mungkin ini adalah hal yang sebenarnya sangat aku inginkan. Tapi, mana mungkin dalam suatu pernikahan hanya istrinya yang jatuh cinta. Cho kyuhyun tidak pernah mencintaiku, aku sangat tahu itu.
“Joohyun, kau sudah siap? Ayo kita berangkat.” Appa menjemputku yang sudah selesai mempersiapkan diri di kamar.
“ne,, appa” jawabku gugup.
“kajja, ayo kita pergi”
Aku dan appa berjalan ke luar rumah menuju gereja. Sebenarnya aku sangat senang, karena akhirnya aku bisa menikah dengan laki-laki yang sangat aku cintai.
Ini seperti mimpi, aku berjalan menuju altar bersama ayah, mengenakan gaun pernikahan terindah yang pernah aku lihat. Di ujung sana, pendeta dan laki-laki yang sangat aku cintai itu, sedang menungguku. Calon suamiku, Cho kyuhyun, mengenakan tuxedo berwarna off white, yang membuatnya menjadi luar biasa tampan. Lelaki itu kemudian, merebut tanganku dari genggaman tangan ayah dengan sopan. Ia membawaku tepat ke depan pendeta untuk mengucap janji pernikahan.
“cho kyuhyun, apakah kau bersedia menerima Seo Joo Hyun sebagai istrimu. Mencintainya di kala senang dan sedih. Juga di kala sehat dan sakit?” tanya pendeta itu kepada kyuhyun-ssi
Kyuhyun tak segera menjawabnya, ia terlihat terus berpikir keras. Aku tahu, cintanya tidak pernah ada untukku. Ini hanyalah sebuah keterpaksaan. Ini hanyalah sandiwara yang sengaja ia ciptakan agar ia tidak mengecewakan orang tuanya.
“ne, aku bersedia” jawabnya ragu.
“dan kau Seo Joo Hyun, apakah kau bersedia menerima Cho Kyu Hyun sebagai suamimu. Mencintainya di kala senang dan sedih. Juga di kala sehat dan sakit?”
“ne, aku bersedia” jawabku mantap.
Dan akhirnya kami resmi menjadi suami istri.
Flashback
Hari itu, keluargaku dan keluarga calon kakak iparku mengadakan pertemuan untuk membahas rencana pernikahan kakakku sooyoung, dan cho kyuhyun. Pernikahan ini pada dasarnya, dilakukan untuk menyambung tali persaudaraan antara kedua keluarga yang telah lama menjalin persahabatan. Ayahku dan ayah kyuhyun-ssi adalah dua sahabat yang sangat akrab, mereka ingin anaknya kelak dapat menikah. Selain itu, urusan bisnis juga melatarbelakangi pernikahan ini. Perusahaan ayah sudah hampir collapse waktu itu, dan hanya keluarga cho yang peduli dan mau membantu kami. Sebagai balas budi, ayah semakin mendukung rencana pernikahan ini. Cho kyuhyun pun sepertinya juga sangat senang dengan rencana pernikahan itu. ia, memang sangat mencintai kakakku.
Dulu, sewaktu masih kecil, kyuhyun-ssi dan keluarganya adalah tetangga kami. Setiap hari kyuhyun selalu menghabiskan waktunya bermain bersama kami. Menginjak remaja, sekitar umur 15 tahun kyuhyun meninggalkan korea dan melanjutkan SMAnya di amerika karena urusan bisnis ayahnya. Kyuhyun menaruh hati pada kakakku sooyoung. Tetapi kakakku tidak pernah mencintainya. Dan aku malah, yang selalu mengharapkan kyuhyun suatu hari nanti akan mencintaiku, seperti ia mencintai kakakku.
Setiap bulan kyuhyun, selalu mengirim surat cinta atau sekedar surat keluh kesahnya dan cerita kejadian-kejadian apa yang terjadi padanya disana. Ceritanya lucu, dan kadang ada yang sedih. Semua surat itu ditujukkan untuk kakakku. Tapi tak satupun dari surat-surat itu yang dibalas kakak. Dengan seizin kakak, aku akhirnya yang selalu membalas surat-surat itu. surat-suratku bercerita tentang keluh kesahku juga, ceritaku sehari-hari, senang sedih, kami saling memotivasi. Tapi ia tak pernah tahu, kalau itu surat-suratku, aku menyamar sebagai sooyoung, dan kakakku menyetujuinya.
Sebenarnya, masih ada cara yang lebih mudah untuk berkomunikasi, tapi menurutku dan kyuhyun berkirim surat adalah hal yang paling seru. Sesekali kami juga chatting, dan aku selalu memakai id: keroro, kartun kesukaanku. Tapi yang kyuhyun tahu, keroro adalah sooyoung, bukan aku.
Sebenarnya aku sangat sedih, mendengar berita rencana pernikahan kakakku dengan Kyuhyun-ssi . aku cemburu. Tapi kyuhyun tak pernah melihat aku, ia selalu mengabaikan aku. Bahkan, semenjak kami kecil, aku sudah bisa merasakan perlakuannya yang berbeda terhadapku dan sooyoung unnie. Sooyoung adalah satu-satunya wanita yang ia cintai.
Tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, kakakku tiba-tiba ingin membatalkan rencana pernikahan itu.
“eomma, aku tidak pernah mencintai kyuhyun. Aku hanya menganggapnya sebagai teman tidak lebih. Aku sudah memiliki kekasih eomma.” Ucap kakakku terbata-bata sambil menangis.
“mwo? Apa kau bilang? Sooyoung kau bercanda kan?” jawab eommaku tak percaya.
“tidak eomma, aku tidak mau menikah dengan kyuhyun. aku sudah memiliki kekasih. Dan saat ini, aku sedang mengandung anaknya.” Kakakku membuat pengakuan yang terlalu mengejutkan.
“plak! ”appa menampar keras pipi kakakku.
“kau sudah mempermalukan keluarga ini, berani-beraninya kau hamil di luar nikah dan mengaku di depan keluarga cho! Tega-teganya kau!” ucap appa geram.
“tidak mungkin, pernikahan ini tidak boleh batal. Apa kata dunia? Berita keluarga seo dan cho yang akan menjadi besan sudah tersebar ke seluruh korea” ucap appanya kyuhyun.
“kalau sampai, pernikahan ini dibubarkan. Habislah riwayat nama baik keluarga kami. Kalian harus tetap menikah. Apapun yang terjadi.” Lanjut appa kyuhyun
“tidak, aku tidak rela anakku menikahi gadis hamil. Dan bertanggung jawab terhadap kesalahan yang tidak dia lakukan.” Kali ini giliran eomma kyuhyun yang ikut andil tidak setuju.
“yeobo, lalu kita harus bagaimana?” tanya appa kyuhyun
“kyuhyun harus menikah dengan anak keluarga seo yang lain. Ya, kyuhyun harus menikahi joohyun.”
Aku dan semua orang tersentak kaget.
“kurasa itu ide yang bagus.” Tanggap oppa joohyun
“mwo? Aku?” ucapku kaget.
“aniyo, tidak bisa!” kyuhyun menyatakan ketidaksetujuannya
“kyu, bagaimanapun kau harus menikahinya. Nama keluarga kita taruhannya. Untung pers belum ada yang tahu, siapa nama anak keluarga seo yang akan kau nikahi. Jadi suka tidak suka mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas kau tetap harus menikahi joo hyun adiknya sooyoung. Titik ga pake koma. Arasso?” celoteh eomma kyuhyun *eommanya kyu alay*
“anniyo, appa? Tidak bisa. Aku tidak mencintainya. Lebih baik tidak ada pernikahan.” Jawab kyuhyun
“ap..apa katamu” appa kyuhyun terkejut dengan ucapan anaknya, ia nampak kesakitan dan terus memegangi dada kirinya. appa kyuhyun terserang penyakit jantung.
“appa??? Jungsoo-sii?? Yeobo?” kami semua tersentak kaget dan melarikan appa kyuhyun ke rumah sakit.
Karena kejadian itu, aku dan kyuhyun tidak ingin mengecewakan appa kyuhyun dan menuruti semua pemintaannya. Termasuk pernikahan antara aku dan kyuhyun.
Dan kakakku akhirnya juga dinikahkan oleh appa dengan ayah dari bayi yang dikandung oleh kakakku. Dia adalah Ryeowook. Mereka sangat bahagia. Kakakku meninggalkan kyuhyun yang terluka, dan menempatkan aku pada posisi yang cukup sulit.
End of flashback
Kyuhyun pov
Joohyun terlihat bahagia, mwo? Apa yang ia pikirkan dan apa yang sedang ia harapkan. Aku tidak mungkin mencintainya. Kakaknya meninggalkan aku dan sudah mempermalukanku, memposisikan aku pada pilihan sulit, yaitu menikahi adiknya. Aku tidak akan pernah meupakan itu. lihatlah Sooyoung apa yang akan aku lakukan pada adikmu? Aku akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kau lakukan terhadapku.
“kyu, joohyun ini kado untuk kalian.” Eomma dan appa sangat bahagia dengan pernikahan kami. Mereka menghadiahi kami tiket bulan madu ke paris. Tapi jangan harap aku akan benar-benar pergi ke sana.
“terima kasih eomma. Aku dan joohyun sepertinya harus segera pulang ke apartemen kami.” Jawabku
“ne, segera berikan kami cucu yang banyak ya?” oppa, eomma, eommonim, dan oppanim melambaikan tangannya pada kami.
Aku segera menarik tangan joohyun dan membawanya masuk ke mobil. Kami akan tinggal di apartemenku. Ya, aku baru saja membeli sebuah apartemen yang dulu rencananya akan ku tempati dengan Sooyoung. Sekarang malah, orang yang tidak aku harapkan yang akan tinggal di sana.
End kyuhyun pov
Joohyun pov
Aku memasuki apartemen ini, ini adalah apartemen kami. Ada ruang tamu, dapur, kamar mandi luar, dan satu kamar mandi dalam kamar tidur yang cukup luas. Mwo? Kamar tidurnya hanya ada satu? Satu ranjang? Eottokhe, aku belum siap.
“apa kau sedang melamun? Sana cepat mandi setelah itu siapkan aku air hangat untuk mandi!” perintah kyuhyun kasar.
“ne, ”
Setelah itu aku membuka lemari baju kami, kata kyuhyun-ssi eommonim sudah menyiapkan beberapa baju untukku. Ketika aku membuka pakaian, betapa terkejutnya aku karena tersedia banyak lingerie disana. Mwo? Apa maksudnya ini? Hanya ada satu piyama tertutup untukku. Sepertinya aku pakai yang ini saja, sepertinya nyaman. Aku masuk kamar mandi, dan ingin membuka resleting wedding dressku. Ternyata membukanya cukup sulit. Sepertinya, aku sudah terlalu lam di kamar mandi dan aku belum melakukan apapun, aku hanya sibuk membuka resleting gaunku. Hingga akhirnya, kyuhyun menggedor-gedor pintu kamar mandi dengan kasar.
“ya! Kau sedang apa? Cepat, aku ingin segera mandi! Kau sedang luluran ya! Dasar yeoja! Udah ditungguin juga dari tadi! Cepaat siapkan aku air hangat!!!” teriak kyuhyun
Aku pun membuka pintu kamar mandi
“apa yang kau lakukan dari tadi? Kau belum mandi? Belum ganti pakaian?” tanya kyuhyun
“aniyo, mianhaeyo kyuhyun-ssi aku tidak bisa melepas pengait dan resleting gaun ini?”
“apa? Kenapa tidak bilang dari tadi? Yeoja pabo! Cepat balikkan badanmu!”
“mwo? Apa yang akan kau lakukan?”
“jangan berpikir yang tidak-tidak, sudah untung aku mau memmbantumu melepaskan resleting gaun ini. Dengar ya? Aku tidak mencintaimu. Jadi, jangan berharap banyak. Sekarang cepat mandi dan ganti baju, karena aku akan mengajakmu bicara.” Ucap kyuhyun sambil melepas resleting gaun joohyun.
“ne, gomawo!”
End joohyun pov
Kyuhyun pov
Ah? Apa sih yang aku pikirkan? Aku tidak boleh bernafsu pada yeoja itu. dia memang cantik, putih bersih, mulus. Aishh, kenapa sih tadi aku mau saja membukakan resleting gaunnya. Aniyo, ini tidak boleh terjadi.
End Kyuhyun Pov
Author pov
Beberapa menit kemudian, joohyun keluar dari kamar mandi. Kyuhyun yang juga sudah selesai mandi di kamar mandi luar segera mengajak joohyun bicara di dalam kamar. *malam pertama hanya terjadi pembicaraan pemirsa, laporan selesai* #plak!
“joohyun-ssi, kita tidak saling mencintai kan? Dan aku tidak akan pernah mencintaimu. Jadi sebaiknya kau tau diri. Aku tidak akan menyentuhmu, jadi jangan ke-GR-an seperti tadi. Aku memiliki hidup sendiri, dan jangan ganggu aku. Dan begitu pula kau. Kau boleh mencari laki-laki lain yang kau suka. Urus saja urusan kita masing-masing. Jika suatu hari kau mencintai seorang lelaki. Kau boleh bilang kepadaku dan kita akan bercerai. Apa kau setuju? Atau ada yang kurang jelas?” jelas kyuhyun pada joohyun panjang lebar dan tinggi.
‘aniyo, aku mencintaimu kyuhyun-ssi. Pernikahan macam apa ini. Kenapa hanya aku yang jatuh cinta?’ berontak joohyun dalam hati.
“arasso, kyuhyun-ssi. Hajiman, sebelum aku menemukan seseorang yang aku cintai. Bolehkah aku tetap menunaikan tugasku sebagai seorang istri untuk tetap mengurusmu. Aku bisa memasak untukmu, menyiapkan pakaian kantormu, semuanya? Kecuali hal ‘itu’ *author nggak tega ngomongnya*” seohyun menjawab sambil matanya berkaca-kaca.
“terserah kau..ya! kenapa matamu sampai berkaca-kaca begitu?” tanya kyuhyun.
“aniyo, aku hanya kelilipan.” Jawab joohyun asal.
“oh, iya. Karena ranjangnya hanya ada satu, dan aku tidak mungkin seranjang denganmu. Jadi kau sebaiknya tidur di sofa itu saja.” Lanjut kyuhyun sambil menunjuk sofa panjang di pojok kamar. *kyuppa, kamu jahat banget sama seomma!! t,t Udah, thor sabar, sabar!*
“ne, arasso.” Jawab joohyun ikhlas.  *kasian seomma*
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, joohyun tetap melayani suaminya dengan ikhlas. Setiap hari, joohyun selalu bangun lebih awal. Kemudian memasak untuk kyuhyun, membuatkan bekal. Menyiapkan pakaian kantor, merawat kyuhyun jika ia sedang sakit, dan semua pekerjaan rumah tangga lainnya. Joohyun dan kyuhyun tidak memiliki pembantu. Jadi semua pekerjaan rumah tangga dilakukan joohyun. Joohyun juga selalu berangkat kerja setelah kyuhyun berangkat kerja dan pulang sebelum kyuhyun sampai di rumah. Semua itu, agar kyuhyun tidak sendirian di apartemen, agar ada yang mengurus. Joohyun berharap dan yakin suatu hari nanti suaminya akan mencintainya juga. Entah itu kapan.
Tanpa disadari kyuhyun, ia kini menjadi orang yang sangat bergantung pada Joohyun. Joohyun adalah teman terbaik untuk berkeluh kesah tentang masalah kantor yang memusingkan, koki yang hebat, penata gaya berbusana yang baik, teman main game yang baik walaupun selalu kalah *hehe*, ia telah menjelma menjadi sahabat terbaik bagi kyuhyun. joohyun juga tidak pernah marah, ia selalu sabar menghadapi kyuhyun yang sedikit temperamental kepadanya. Kyuhyun sering tidak makan malam di rumah, tapi tidak memberitahu joohyun yang sudah memasak untuknya. Kyuhyun sering tidak menghargai joohyun, tidak mempedulikan perasaannya. Bahkan, kyuhyun sering pulang dalam keadaan mabuk dan diantar pulang oleh yeoja-yeoja yang tidak ia kenal. Tapi, joohyun tetap menghadapinya dengan sabar.
Hingga suatu hari kyuhyun menerima pesan pendek dari joohyun.
From: joohyun
To : kyuhyun
Kyuhyun-ssi, sepertinya aku pulang terlambat hari ini. Pekerjaanku banyak sekali, mianhaeyo. Aku belum memasak untukmu. Aku akan berusaha menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat lagi. Agar aku bisa segera pulang dan memasak makanan untukmu. Jeongmal mianhaeyo, kyuhyun-ssi.
Kyuhyun pov
Padahal aku sangat lapar tapi dia pulang telat.
09.00 PM
Kyuhyun semakin galau, joohyun belum juga pulang.
10.00 PM
11.00 PM
Aku mendengar suara pintu apartemen yang dibuka. Pasti itu joohyun. Aku segera menutupi tubuhku dengan selimut dan berpura-pura tidur. Joohyun membuka pintu kamar dan mendekatiku. Terdengar sayup-sayup suaranya lirih, sepertinya ia tidak mau mengganggu tidurku.
End kyuhyun Pov
Author pov
“mianhaeyo, kyuhyun-ssi, kau sudah tidur ya? Apa kau sudah makan? Jeongmal mianhaeyo, tadi pekerjaanku banyak sekali.” Ucap joohyun lirih sambil duduk di tepi ranjang.
Tapi, tiba-tiba setelah joohyun berbalik menjauhi ranjang kyuhyun, kyuhyun menjawab joohyun.
“ya!! Kau darimana saja tadi! Kau pulang dengan siapa hah? Kau itu yeoja, kau tidak pantas pulang malam. Kau bahkan tidak memasak untukku. Kau tau aku kelaparan? Kau, aish! Dasar pabo! Tidak bisa diandalkan!” murka kyuhyun.
“plak!” satu tamparan mendarat di pipi mulus kyuhyun.
“ya! Berani-beraninya kau!” kyuhyun semakin marah.
“habis sudah kesabaranku menghadapimu kyuhyun-ssi. Bisa tidak kau menjaga mulutmu itu!” ucap joohyun tak kalah murka.
“berapa kali aku pulang semalam ini hah? Hanya hari ini kan? Berapa kali aku tidak memasakkanmu makan malam? Baru kali ini kan? Bandingkan dengan berapa kali kau mengecewakanku! Kau tidak pernah tau, berkali-kali aku menunggumu makan malam di sini, sampai masakanku dingin, tapi kau bilang kau sudah makan dan kau tidak memberi kabar sebelumnya. Berapa kali aku mengkhawatirkanmu yang pulang terlalu malam. Kau tidak pernah tau aku menunggu kepulanganmu setiap hari. Berapa kali aku menunggumu dalam ketidak pastian?” ucap joohyun sambil menangis keras.
“aku tidak pabo seperti yang kau bilang! Mungkin aku tidak sepandai kau dan sooyoung eonnie! Cukup sudah perlakuanmu seperti ini padaku. Kau tidak pernah menganggap aku. Kau mengabaikan aku. Kau mencintai kakakku, tapi tidak sekalipun kau melihat aku. Aku hanya pengganggu hidupmu. Kehadiranku tidak pernah kau harapkan. Tapi mana boleh kau mengataiku begitu! Aku tidak mau lagi dibilang pabo! tidak mau! Tidak mau! Aku tidak terima! Aku tidak suka kata pabo! aku benci! Aku benci! Aku tau kau tidak menyukaiku! Tapi mana boleh kau begini? Kau tidak pernah sekalipun menghargai aku. Setidaknya hargailah perasaanku. Aku bingung, kenapa aku mau menikah dengan orang sepertimu!” joohyun menangis semakin keras seperti anak kecil. Joohyun tidak bisa dihentikan. Ia beranjak menuju foto pernikahan mereka yang terpajang di salah satu sudut kamar. Dan melepasnya dari dinding dengan kasar.
“prang!!” joohyun membanting foto itu, dan seketika foto pernikahan itu hancur berkeping keping. Karena saking kerasnya. Salah satu pecahan kaca itu mengenai tangan joohyun.
“aaaah!” joohyun menahan sakit.
“joohyun, apa yang kau lakukan? Kau terluka.” kyuhyun segera meraih tissue di meja rias dan membersihkan luka joohyun. Segera disergapnya tangan kyuhyun yang berlumuran darah. Kyuhyun berusaha menghentikan tetesan darah joohyun. Tapi joohyun menepis tangan kyuhyun dan berkata.
“kau telah menghancurkan hatiku. tissue tidak akan mampu menyembuhkannya.”
Joohyun berusaha menjauhi kyuhyun. tapi kyuhyun tetap membersihkan luka joohyun.
“mianhaeyo, joohyunnie. Bukan begitu maksudku. Itu tidak berarti aku tidak menyukaimu. Aku tidak bisa kehilanganmu. maafkan aku yang sering menyakitimu. Jeongmal mianhaeyo.”
Dipeluknya joohyun yang menangis tersedu-sedu. Dihapusnya air mata joohyun yang mengalir deras. Yang membuat tangan joohyun menyentuh kedua pipi joohyun, kyuhyun sadar wanita yang ia nikahi adalah wanita yang sangat cantik. Tak kuasa menahan keinginan ‘itu’ *haduh, saya semakin geje*. Kyuhyun semakin mendekatkan bibirnya ke bibir joohyun. Kyuhyun mencium bibir wanita itu dengan lembut.
“apa yang kau lakukan?” joohyun kaget dengan perlakuan kyuhyun.
“mianhaeyo.” Jawab kyuhyun
Kyuhyun mencium bibir joohyun semakin dalam. belum ada balasan dari joohyun. Tapi akhirnya joohyun menyerah dan membalas ciuman itu. dan terjadilah kejadian ‘itu’. *apalagi sih ini bahasanya ancur! Mianhaeyo readers! t.t. sudah-sudah author ga sanggup bikin Ncnya*
TBC